138. Clear Contradiction!
Apakah Yesus memikul salibNya sendiri
(Yohanes 19:17) atau tidak ? (Matius
27:31-32)
Tanggapan:
*Yohanes 19:17-18,
17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke
luar ke tempat yang bernama Tempat
Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan
bersama-sama dengan Dia disalibkan juga
dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di
tengah-tengah.
*Matius 27:31-32,
31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka
menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan
mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya.
Kemudian mereka membawa Dia ke luar
untuk disalibkan.
32 Ketika mereka berjalan ke luar kota,
mereka berjumpa dengan seorang dari
Kirene yang bernama Simon. Orang itu
mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Bandingkan dengan :
*Markus 15:20b-22,
20b Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk
disalibkan.
21 Pada waktu itu lewat seorang yang
bernama Simon, orang Kirene, ayah
Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari
luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk
memikul salib Yesus.
22 Mereka membawa Yesus ke tempat
yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat
Tengkorak.
Penjelasannya sama seperti pada penjelasan-penjelasan sebelumnya, bahwa
ada kalanya Injil yang satu merinci dan ada juga yang mendetailkan.
Atau memiliki tujuan-tujuan tertentu.
Lagi, masih ada alasan
untuk membenarkan Injil Yohanes di mana Injil Yohanes sama sekali tidak
mengatakan bahwa salib itu Yesus pikul 'sendiri', melainkan hanya
mengatakan Yesus memikul salib-Nya ke luar ke tempat bernama Golgota dan
di sini Yohanes menceriterakan secara lebih rinci dan langsung masuk ke
topik di mana Ia akan segera di salibkan tanpa menceriterakan bagaimana
keadaan dalam perjalanan.
Kemudian Injil-Injil lain memperluas
pengetahuan kita, bahwa di pertengahan jalan ada orang yang bernama
Simon dari Kirene yang kemudian dipaksa untuk memikul salib Yesus.
Lukas 23:26 juga sepakat menyatakan bahwa
Simon ditahan untuk ganti memikul salib
Yesus, sementara Yesus dibebaskan dari
pikulan:
*Lukas 23:26,
Ketika mereka membawa Yesus, mereka
menahan seorang yang bernama Simon dari
Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu
diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya
dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
Jadi, sebenarnya Injil Yohanes tidak memfokuskan ceritanya kepada
keadaan dan jerih payah Yesus ketika memikul salib-Nya diperjalanan,
melainkan langsung menceritakan kejadian di Golgota.
Nb:
1. Dan satu alasan, kenapa
Yohanes tidak menceritakan tentang Simon dari Kirene yang turut membantu
Yesus dalam pemikulan salib-Nya adalah karena Yohanes tidak berbicara
tentang bagaimana alur cerita dari Ia keluar dari istana Pilatus, di
tengah perjalanan, susah derita-Nya dan lain-lain.
Atau Yohanes sama
sekali tidak memfokuskan perjalanan Yesus di kala memikul salib-Nya,
sebaliknya Yohanes malah langsung berbicara tentang penyaliban-Nya.
Kalau tidak percaya, silahkan cek Injil Yohanes langsung, di mana alur
perjalanan Yesus sampai ke Golgota tidak diceritakan, Yohanes malah
langsung menceritakan keadaan sesampainya Ia di sana.
*Yohanes,
(19-16b) Mereka menerima Yesus.
19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke
luar ke tempat yang bernama Tempat
Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
.
[Sampai di satu setengah ayat itu saja Yohanes ceritakan tentang
perjalanan Yesus. Selebihnya tidak ia ceritakan apa-apa lagi. Melainkan
langsung fokus kepada kejadian di Golgota:]
.
19:18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan
bersama-sama dengan Dia disalibkan juga
dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus
di tengah-tengah.
19:19. Dan Pilatus menyuruh memasang
juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya:
"Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
19:20 Banyak orang Yahudi yang membaca
tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus
disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata
itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa
Latin dan bahasa Yunani.
19:21 Maka kata imam-imam kepala orang
Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau
menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia
mengatakan: Aku adalah Raja orang
Yahudi."
19:22 Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap
tertulis."
19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu
menyalibkan Yesus, mereka mengambil
pakaian-Nya lalu membaginya menjadi
empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu
bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil.
Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah
hanya satu tenunan saja.
19:24 Karena itu mereka berkata seorang
kepada yang lain: "Janganlah kita
membaginya menjadi beberapa potong,
tetapi baiklah kita membuang undi untuk
menentukan siapa yang mendapatnya."
Demikianlah hendaknya supaya genaplah
yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka
membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka
dan mereka membuang undi atas jubah-Ku."
Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya
dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan
Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan
murid yang dikasihi-Nya di sampingnya,
berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah,
anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-
murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat
itu murid itu menerima dia di dalam
rumahnya.
19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu,
bahwa segala sesuatu telah selesai,
berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada
tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur
asam. Maka mereka mencucukkan bunga
karang, yang telah dicelupkan dalam anggur
asam, pada sebatang hisop lalu
mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur
asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu
Ia menundukkan kepala-Nya dan
menyerahkan nyawa-Nya.
2. Memang Injil Yohanes tidak
menceritakan tentang adanya pertolongan dalam pemikulan salib itu, namun
kita harus tahu, bahwa di sana Yohanes sama sekali tidak bercerita
tentang bagaimana keadaan dan situasi ketika dalam perjalanan, maka
sudah barang tentu bahwa Injil Yohanes tidak menceritakan hadirnya Simon
di sana.
Atau, saya tanya kepada anda, Yohanes ceritakankah alur perjalanan Yesus?
Mungkin baik saya mau pun anda setuju bahwa Injil Yohanes tidak
bercerita tentang situasi, kondisi dan bagaimana Yesus ketika di
perjalanan, melainkan cerita perjalanan Yesus hanya sekedar cuplikan
sekejap saja dan cerita tentang perjalanan-Nya sama sekali tidak di
uraikan (Yesus jatuh, kelelahan, menderita, Maria menghampiri Yesus,
mengelap darah-Nya dll yang tidak kita temukan dalam Injil Yohanes).
Ternyata ada banyak cerita yang absen pada Injil Yohanes, alasannya
sudah jelas karena Injil Yohanes tidak memfokuskan tulisannya tentang
perjalanan Yesus.
3. orang Yahudi mempunyai pepatah : “Apa
yang
seseorang lakukan melalui orang lain,
sama dengan ia sendiri yang
melakukannya”.
Contoh :
· Bandingkan Mat 8:5-6 dan
Luk 7:3-4.
Mat 8:5-6 – (5) Ketika Yesus
masuk ke Kapernaum,
datanglah seorang perwira
mendapatkan Dia dan
memohon kepada-Nya: (6)
"Tuan, hambaku terbaring di
rumah karena sakit lumpuh
dan ia sangat menderita."
Luk 7:3-4 – (3) Ketika perwira
itu mendengar tentang Yesus,
ia menyuruh beberapa
orang tua-tua Yahudi
kepada-Nya untuk meminta,
supaya Ia datang dan
menyembuhkan hambanya.
(4) Mereka datang kepada
Yesus dan dengan sangat
mereka meminta
pertolongan-Nya, katanya: "Ia
layak Engkau tolong,
Dalam Matius dikatakan
bahwa perwira itu sendiri
yang datang dan meminta
kepada Yesus, tetapi dalam
Lukas dikatakan bahwa ia
mengirimkan utusan, yaitu
tua-tua Yahudi, untuk datang
dan meminta kepada Yesus.
Karena tua-tua Yahudi itu
melakukan hal itu atas
perintah perwira itu, maka
bisa dikatakan bahwa
perwira itu sendiri yang
melakukan hal itu.
· Bandingkan Yoh 4:1 dan
Yoh 4:2
Yoh 4:1-2 - (1) Ketika Tuhan
Yesus mengetahui, bahwa
orang-orang Farisi telah
mendengar, bahwa Ia
memperoleh dan
membaptis murid lebih
banyak dari pada Yohanes. (2)
meskipun Yesus sendiri tidak
membaptis, melainkan
murid-murid-Nya,
Dalam Yoh 3:22,26 dan 4:1
dikatakan bahwa Yesus
membaptis, tetapi dalam
Yoh 4:2 dikatakan bahwa
Yesus tidak membaptis, tetapi
murid-murid-Nyalah yang
membaptis. Karena para
murid membaptis atas
perintah Yesus, maka bisa
dikatakan bahwa Yesus
sendiri yang membaptis.
Minggu, 27 Mei 2012
137. Apakah Petrus menyangkal Kristus tiga kali sebelum ayam berkokok (Yohanes 13:38 ) atau menyangkal tiga kali sebelum ayam berkokok dua kali ? (Markus 14:30,72)
137. Clear Contradiction!
Apakah Petrus menyangkal Kristus tiga
kali sebelum ayam berkokok (Yohanes 13:38 )
atau menyangkal tiga kali sebelum ayam
berkokok dua kali ? (Markus 14:30,72)
Tanggapan:
*Yohanes 13:38,
Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan
bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata
kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau
telah menyangkal Aku tiga kali."
*Markus 14,
30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari
ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok
dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga
kali."
NIV, "I tell you the truth," Jesus answered,
"today—yes, tonight—before the rooster
crows twice[a] you yourself will disown me
three times."
WH, και λεγει αυτω ο ιησους αμην λεγω σοι
οτι συ σημερον ταυτη τη νυκτι πριν η δις
αλεκτορα φωνησαι τρις με απαρνηση
Interlinear, kai {lalu} legei {berkata} autô
{kepadanya} ho iêsous {Yesus} amên
{sesungguhnya} legô {Aku berkata} soi
{kepadamu} oti su {engkau} sêmeron tautê
{pada malam ini juga} tê nukti prin {sebelum}
hê dis {dua kali} alektora {ayam jantan}
phônêsai {berkokok} tris {tiga kali} me {Aku}
aparnêsê {Engkau akan menyangkal}
Catatan :
NIV footnote :
[a] Some early manuscripts do not have twice.
68 Tetapi ia menyangkalnya dan berkata:
"Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang
engkau maksud." Lalu ia pergi ke serambi
muka dan berkokoklah ayam.
NIV, But he denied it. "I don't know or understand what you're talking about," he said, and went out into the entryway. [a] WH, ο δε ηρνησατο λεγων ουτε οιδα ουτε επισταμαι συ τι λεγεις και εξηλθεν εξω εις το προαυλιον Interlinear, ho {(ia)} de {tetapi} hêrnêsato {menyangkal} legôn {berkata} oute {juga tidak} oida {aku tahu} oute {aku tahu} epistamai {mengerti} su {engkau} ti {apa yang} legeis {maksudkan} kai {lalu} exêlthen {ia pergi} exô {keluar} eis {ke} to proaulion {serambi depan/ pintu gerbang}
Catatan:
NIV footnote : [a] Some early manuscripts entryway and the rooster crowed.
Adalah hal yang logis jika seekor ayam dapat saja (dan seringkali) berkokok lebih dari satu kali, sekali ia berkokok. Maka dalam hal ini tidak ada pertentangan mutlak. Sebab kokok ayam yang pertama dan yang kedua bisa berentetan, dan Petrus teringat akan perkataan Yesus ketika ia mendengar ayam berkokok yang kedua kalinya.
Jika kita mendengar ayam telah berkokok dua kali tentu berarti ada kokok ayam yang pertama kali. Dalam hal ini, Markus hanya memberikan informasi tambahan dibandingkan penulis kitab Injil lainnya.
Nb:
1. Dalam Markus versi LAI ayat ke-68 di atas kita menemukan tanda kurung [dan berkokoklah ayam] yang sebenarnya bukan kalimat orisinil, coba selidiki langsung translitnya di atas (ay. 68 WH - Translit Interlinear). Itu adalah translit dari manuskrip Westcott and Hort (WH), dan anda tidak akan menemukan kalimat [dan berkokoklah ayam] dalam translitnya. Kodeks Vaticanus (B), Sinaiticus (Aleph), Regius (L) dan Washingtonensis (W), Syria Sinaitic, Tatians Diatessaron (a Injil-harmoni dari sekitar 170), Georgia Lama juga senada dengan manuskrip WH.
2. Lalu darimana asal muasal kalimat yang dikurungitegak itu?
Ada dua naskah terkenal di dunia ini, yang satu versi Textus Repectus dan kedua versi Westcott and Hort.
LAI dalam menerjemahkan Alkitabnya memilih menggunakan kedua naskah ini sebagai pembanding, dan bila anda menemukan tandakurung seperti di atas itu menunjukkan kalimatnya ada di TR tetapi tidak ada di naskah WH.
3. Mengapa ada perbedaan naskah?
Penulisan ulang pada masa itu bukan menggunakan foto copy atau semacamnya karena belum zamannya, melainkan hanya dgn tulistangan saja, dan wajar saja jika ada kesalahan penyalinan melihat kodrat manusia yang lemah dan dalam setiap pekerjaannya belum pasti memuaskan hati.
4. Hendriksen mengatakan bahwa kata-kata dalam Mat 26:34 itu harus diartikan:
‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, yaitu, sebelum ayam berkokok 2x, engkau telah menyangkal Aku tiga kali’.
5. Adanya gereja-gereja yang meletakkan ayam di puncak genteng gereja, konon kabarnya berasal usul dari kokok ayam pada saat penyangkalan Petrus. Juga tradisi mengatakan bahwa sejak saat itu Petrus selalu menangis kalau mendengar kokok ayam.
Apakah Petrus menyangkal Kristus tiga
kali sebelum ayam berkokok (Yohanes 13:38 )
atau menyangkal tiga kali sebelum ayam
berkokok dua kali ? (Markus 14:30,72)
Tanggapan:
*Yohanes 13:38,
Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan
bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata
kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau
telah menyangkal Aku tiga kali."
*Markus 14,
30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari
ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok
dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga
kali."
NIV, "I tell you the truth," Jesus answered,
"today—yes, tonight—before the rooster
crows twice[a] you yourself will disown me
three times."
WH, και λεγει αυτω ο ιησους αμην λεγω σοι
οτι συ σημερον ταυτη τη νυκτι πριν η δις
αλεκτορα φωνησαι τρις με απαρνηση
Interlinear, kai {lalu} legei {berkata} autô
{kepadanya} ho iêsous {Yesus} amên
{sesungguhnya} legô {Aku berkata} soi
{kepadamu} oti su {engkau} sêmeron tautê
{pada malam ini juga} tê nukti prin {sebelum}
hê dis {dua kali} alektora {ayam jantan}
phônêsai {berkokok} tris {tiga kali} me {Aku}
aparnêsê {Engkau akan menyangkal}
Catatan :
NIV footnote :
[a] Some early manuscripts do not have twice.
68 Tetapi ia menyangkalnya dan berkata:
"Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang
engkau maksud." Lalu ia pergi ke serambi
muka dan berkokoklah ayam.
NIV, But he denied it. "I don't know or understand what you're talking about," he said, and went out into the entryway. [a] WH, ο δε ηρνησατο λεγων ουτε οιδα ουτε επισταμαι συ τι λεγεις και εξηλθεν εξω εις το προαυλιον Interlinear, ho {(ia)} de {tetapi} hêrnêsato {menyangkal} legôn {berkata} oute {juga tidak} oida {aku tahu} oute {aku tahu} epistamai {mengerti} su {engkau} ti {apa yang} legeis {maksudkan} kai {lalu} exêlthen {ia pergi} exô {keluar} eis {ke} to proaulion {serambi depan/ pintu gerbang}
Catatan:
NIV footnote : [a] Some early manuscripts entryway and the rooster crowed.
Adalah hal yang logis jika seekor ayam dapat saja (dan seringkali) berkokok lebih dari satu kali, sekali ia berkokok. Maka dalam hal ini tidak ada pertentangan mutlak. Sebab kokok ayam yang pertama dan yang kedua bisa berentetan, dan Petrus teringat akan perkataan Yesus ketika ia mendengar ayam berkokok yang kedua kalinya.
Jika kita mendengar ayam telah berkokok dua kali tentu berarti ada kokok ayam yang pertama kali. Dalam hal ini, Markus hanya memberikan informasi tambahan dibandingkan penulis kitab Injil lainnya.
Nb:
1. Dalam Markus versi LAI ayat ke-68 di atas kita menemukan tanda kurung [dan berkokoklah ayam] yang sebenarnya bukan kalimat orisinil, coba selidiki langsung translitnya di atas (ay. 68 WH - Translit Interlinear). Itu adalah translit dari manuskrip Westcott and Hort (WH), dan anda tidak akan menemukan kalimat [dan berkokoklah ayam] dalam translitnya. Kodeks Vaticanus (B), Sinaiticus (Aleph), Regius (L) dan Washingtonensis (W), Syria Sinaitic, Tatians Diatessaron (a Injil-harmoni dari sekitar 170), Georgia Lama juga senada dengan manuskrip WH.
2. Lalu darimana asal muasal kalimat yang dikurungitegak itu?
Ada dua naskah terkenal di dunia ini, yang satu versi Textus Repectus dan kedua versi Westcott and Hort.
LAI dalam menerjemahkan Alkitabnya memilih menggunakan kedua naskah ini sebagai pembanding, dan bila anda menemukan tandakurung seperti di atas itu menunjukkan kalimatnya ada di TR tetapi tidak ada di naskah WH.
3. Mengapa ada perbedaan naskah?
Penulisan ulang pada masa itu bukan menggunakan foto copy atau semacamnya karena belum zamannya, melainkan hanya dgn tulistangan saja, dan wajar saja jika ada kesalahan penyalinan melihat kodrat manusia yang lemah dan dalam setiap pekerjaannya belum pasti memuaskan hati.
4. Hendriksen mengatakan bahwa kata-kata dalam Mat 26:34 itu harus diartikan:
‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, yaitu, sebelum ayam berkokok 2x, engkau telah menyangkal Aku tiga kali’.
5. Adanya gereja-gereja yang meletakkan ayam di puncak genteng gereja, konon kabarnya berasal usul dari kokok ayam pada saat penyangkalan Petrus. Juga tradisi mengatakan bahwa sejak saat itu Petrus selalu menangis kalau mendengar kokok ayam.
136. Apakah Yohanes Pembabtis mengenali Yesus (Yohanes 1:32-33) atau tidak (Matius 11:2) setelah Ia dibabtis?
136. Clear Contradiction!
Apakah Yohanes Pembabtis mengenali Yesus (Yohanes 1:32-33) atau tidak (Matius 11:2) setelah Ia dibabtis?
Tanggapan:
{Harap baca dulu:CC. 132}
*Matius 11:2-6,
2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir,
orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin
diberitakan kabar baik.
6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
Yohanes 1:29-36 menjelaskan dengan terang benderang betapa Yohanes mengenal Yesus.
Kita tidak punya peluang untuk meragukan hal ini!
Sedangkan Matius 11:2 terjadi setelah peristiwa itu, dan sementara waktu itu berlangsung banyak hal-hal baru.
Pengetahuan Yohanes tentang Mesias pada mulanya adalah terbatas. Matius
3:11-12 mencatat beberapa hal saja yang Yohanes ketahui:
*Matius 3:11-12,
11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia
yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku
tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh
Kudus dan dengan api.
12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan
membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam
lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak
terpadamkan."
Pertanyaan Yohanes pada Injil Matius di atas oleh karena Yohanes belum mengerti dengan pasti bagaimana pekerjaan Mesias.
Semua orang Israel, termasuk Yohanes sendiri sama-sama tahu, bahwa
Mesias adalah seorang Raja dan Hakim, namun sedikit dari mereka yang
tahu bahwa disamping itu Mesias juga digambarkan sebagai Hamba Allah
yang menderita (Yes. 53).
Karenanya membuat mereka beranggapan bahwa Mesias akan
datang melakukan penghakimanNya pada waktu kedatangan-Nya.
Kenyataannya, hal tersebut baru akan terjadi saat kedatanganNya yang
kedua kali (Kisah Para Rasul 1:11).
Orang-orang Israel yang
percaya Kemesiasan Yesus merasa bingung dengan sikap Yesus yang enggan
menyelamatkan mereka dari penindasan bangsa Romawi pada saat itu,
lebih-lebih Yesus sekali pun tidak pernah merancang strategi militer.
Kebingungan itu senantiasa terjadi oleh kurangnya pengetahuan mereka
tentang Mesias yang juga digambarkan sebagai hamba Allah yang menderita
dan itu adalah langkah awalnya:
*Lukas 24,
18 Seorang dari
mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang
asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada
hari-hari belakangan ini?"
19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?"
Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah
seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan
Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
20 Tetapi imam-imam kepala
dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan
mereka telah menyalibkan-Nya.
21 Padahal kami dahulu mengharapkan,
bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi
sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,
23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita,
bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan,
bahwa Ia hidup.
24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu
dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan
itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."
25 Lalu Ia berkata kepada
mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu
tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia
dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab
nabi-nabi.
28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
Perhatikan ayat 21:
21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk
membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,
sejak semuanya itu terjadi.
Seperti itu pula yang Yohanes dan
orang Israel pikirkan, sehingga membuat Yohanes mempertanyakan
Kemesiasan Yesus yang sama sekali tidak merancang sekalipun strategi
militer.
Namun, apa yang Yesus katakan?:
25 Lalu Ia berkata
kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga
kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
Akhirnya kita semua tahu bahwa langkah awal Mesias adalah menderita.
135. Dalam Matius 26:48-50 dikatakan Yudas datang dan mencium Yesus, sedangkan dalam Yohanes 8:3-12 disebutkan Yudas tidak dapat mendekati Yesus untuk menciumnya?
135. Clear Contradiction!
Dalam Matius 26:48-50 dikatakan Yudas
datang dan mencium Yesus, sedangkan
dalam Yohanes 8:3-12 disebutkan Yudas
tidak dapat mendekati Yesus untuk
menciumnya?
Tanggapan:
* Matius 26:48-50
26:48 Orang yang menyerahkan Dia telah
memberitahukan tanda ini kepada mereka:
"Orang yang akan kucium, itulah Dia,
tangkaplah Dia."
26:49 Dan segera ia maju mendapatkan
Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu
mencium Dia. 26:50 Tetapi Yesus berkata
kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau
datang?" Maka majulah mereka memegang
Yesus dan menangkap-Nya.
* Yohanes 18:3-12
18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ
dengan sepasukan prajurit dan penjaga-
penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-
imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap
dengan lentera, suluh dan senjata.
18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan
menimpa diri-Nya, maju ke depan dan
berkata kepada mereka: "Siapakah yang
kamu cari?"
18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret."
Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas
yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ
bersama-sama mereka.
18:6 Ketika Ia berkata kepada mereka:
"Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke
tanah.
18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang
kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari
Nazaret."
18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan
kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu
cari, biarkanlah mereka ini pergi."
18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah
firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari
mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku,
tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa."
18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa
pedang, menghunus pedang itu,
menetakkannya kepada hamba Imam Besar
dan memutuskan telinga kanannya. Nama
hamba itu Malkhus.
18:11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan
pedangmu itu; bukankah Aku harus minum
cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
18:12 Maka pasukan prajurit serta
perwiranya dan penjaga-penjaga yang
disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus
dan membelenggu Dia.
dalam Yohanes 8:3-12 tidak dikatakan bahwa Yudas
tidak dapat mendekati Yesus untuk
menciumnya.
Seperti perkataan saya yang sudah-sudah, bahwa tiap-tiap Injil memiliki tujuan-tujuan tertentu.
Apa yang tidak di sebutkan oleh Injil yang satu seperti Injil yang lain, itu bukan berarti bahwa kisahnya tidak terjadi. Adakalanya Injil bersifat saling melengkapi. Ada yang mendetail, merinci, kronologis, topikal, dan lain-lain.
Dan logisnya, jika Keempat Injil dari awal, pertengahan hingga akhirnya ceritanya sama, maka sudahlah cukup memegang satu Injil saja, namun kami memiliki Empat Injil yang sifatnya saling mlengkapi, guna memperkaya pengetahuan kami tentang Kristus.
Nb:
1. Ucapan Yudas: CC. 95.
Dalam Matius 26:48-50 dikatakan Yudas
datang dan mencium Yesus, sedangkan
dalam Yohanes 8:3-12 disebutkan Yudas
tidak dapat mendekati Yesus untuk
menciumnya?
Tanggapan:
* Matius 26:48-50
26:48 Orang yang menyerahkan Dia telah
memberitahukan tanda ini kepada mereka:
"Orang yang akan kucium, itulah Dia,
tangkaplah Dia."
26:49 Dan segera ia maju mendapatkan
Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu
mencium Dia. 26:50 Tetapi Yesus berkata
kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau
datang?" Maka majulah mereka memegang
Yesus dan menangkap-Nya.
* Yohanes 18:3-12
18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ
dengan sepasukan prajurit dan penjaga-
penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-
imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap
dengan lentera, suluh dan senjata.
18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan
menimpa diri-Nya, maju ke depan dan
berkata kepada mereka: "Siapakah yang
kamu cari?"
18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret."
Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas
yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ
bersama-sama mereka.
18:6 Ketika Ia berkata kepada mereka:
"Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke
tanah.
18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang
kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari
Nazaret."
18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan
kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu
cari, biarkanlah mereka ini pergi."
18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah
firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari
mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku,
tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa."
18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa
pedang, menghunus pedang itu,
menetakkannya kepada hamba Imam Besar
dan memutuskan telinga kanannya. Nama
hamba itu Malkhus.
18:11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan
pedangmu itu; bukankah Aku harus minum
cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
18:12 Maka pasukan prajurit serta
perwiranya dan penjaga-penjaga yang
disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus
dan membelenggu Dia.
dalam Yohanes 8:3-12 tidak dikatakan bahwa Yudas
tidak dapat mendekati Yesus untuk
menciumnya.
Seperti perkataan saya yang sudah-sudah, bahwa tiap-tiap Injil memiliki tujuan-tujuan tertentu.
Apa yang tidak di sebutkan oleh Injil yang satu seperti Injil yang lain, itu bukan berarti bahwa kisahnya tidak terjadi. Adakalanya Injil bersifat saling melengkapi. Ada yang mendetail, merinci, kronologis, topikal, dan lain-lain.
Dan logisnya, jika Keempat Injil dari awal, pertengahan hingga akhirnya ceritanya sama, maka sudahlah cukup memegang satu Injil saja, namun kami memiliki Empat Injil yang sifatnya saling mlengkapi, guna memperkaya pengetahuan kami tentang Kristus.
Nb:
1. Ucapan Yudas: CC. 95.
134. Matius 21:19 mengatakan bahwa pohon yang dikutuk oleh Yesus menjadi kering seketika itu juga, sedangkan Markus 11:20 menyebutkan bahwa itu baru terjadi keesokan harinya?
134. Clear Contradiction!
Matius 21:19 mengatakan bahwa pohon
yang dikutuk oleh Yesus menjadi kering
seketika itu juga, sedangkan Markus 11:20
menyebutkan bahwa itu baru terjadi
keesokan harinya?
Tanggapan:
Tanggapan:
Telah dijelaskan pada CC sebelumnya (CC. 133).
Bahwa Injil Matius terkesan menyusunnya secara topikal, bukan secara kronologis.
Nb:
1. Matius kadang kala menyusun cerita lebih didasarkan pada urutan topik per topik daripada mengurutkan urutan kronologis waktu seperti yang dilakukan oleh Markus dan Lukas.
Misalnya dalam Matius pasal 5-7, mengenai Khotbah di Bukit, sangat jelas bahwa beberapa diantara Khotbah Yesus tersebut terjadi pada saat yang berbeda, seperti halnya kotbah/ ucapan bahagia dalam Lukas 6:20-49. Matius cenderung mengelompokkan isi/materinya menurut tema-tema dalam suatu rangkaian logis. Contoh lainnya, misalnya terdapat dalam Matius pasal 13 mengenai sederetan perumpamaan-perumpamaan tentang Kerajaan Surga, dimana setelah diperkenalkan temanya, Matius lalu cenderung menceritakan perumpamaan tersebut hingga kesudahannya (selesai, satu topik).
Nb:
1. Tentang Yesus mengutuk Pohon Ara: CC. 117
Matius 21:19 mengatakan bahwa pohon
yang dikutuk oleh Yesus menjadi kering
seketika itu juga, sedangkan Markus 11:20
menyebutkan bahwa itu baru terjadi
keesokan harinya?
Tanggapan:
Tanggapan:
Telah dijelaskan pada CC sebelumnya (CC. 133).
Bahwa Injil Matius terkesan menyusunnya secara topikal, bukan secara kronologis.
Nb:
1. Matius kadang kala menyusun cerita lebih didasarkan pada urutan topik per topik daripada mengurutkan urutan kronologis waktu seperti yang dilakukan oleh Markus dan Lukas.
Misalnya dalam Matius pasal 5-7, mengenai Khotbah di Bukit, sangat jelas bahwa beberapa diantara Khotbah Yesus tersebut terjadi pada saat yang berbeda, seperti halnya kotbah/ ucapan bahagia dalam Lukas 6:20-49. Matius cenderung mengelompokkan isi/materinya menurut tema-tema dalam suatu rangkaian logis. Contoh lainnya, misalnya terdapat dalam Matius pasal 13 mengenai sederetan perumpamaan-perumpamaan tentang Kerajaan Surga, dimana setelah diperkenalkan temanya, Matius lalu cenderung menceritakan perumpamaan tersebut hingga kesudahannya (selesai, satu topik).
Nb:
1. Tentang Yesus mengutuk Pohon Ara: CC. 117
133. Ketika Yesus masuk ke Yerusalem apakah Ia membersihkan Bait Suci pada hari pertama (Matius 21:12) atau pada keesokan harinya ? (Markus 11:1-17)
133. Clear Contradiction!
Ketika Yesus masuk ke Yerusalem
apakah Ia membersihkan Bait Suci pada hari
pertama (Matius 21:12) atau pada keesokan
harinya ? (Markus 11:1-17)
Tanggapan:
Kunci untuk memahami pertentangan diatas
terletak pada cerita Matius. Sesekali Matius
menyusun penulisannya berdasarkan topik
dan bukan urutan waktu.
Topik: Yesus menyucikan bait Allah pada satu topik itu selesai, Yesus mengutuk pohon ara dalam ayat 20-nya kita melihat kecengangan dari para murid langsung padahal sebenarnya keesokan harinyalah baru para murid tercengang begitu (Mrk. 11:20), jadi dalam Matius tentang pohon Ara itu pun langsung diceritakan selesai atau satu topiknya.
Itu karena Injil Matius di sini menceriterakannya berdasarkan topik, dan tidak secara kronologi.
Dengan pemahaman ini, mungkin saja Matius
hanya bermaksud menghubungkan upaya
pembersihan Bait Suci dengan masuknya
Yesus ke Yerusalem, walau pembersihan Bait
Suci memang baru dilakukan pada keesokan
harinya. Matius 21:12 menyatakan bahwa
"Yesus masuk ke Bait Allah" tetapi tidak
disebutkan begitu jelas apakah itu dilakukan
sebegitu tiba di Yerusalem. Baru pada ayat 17
dikatakan bahwa Ia meninggalkan Yerusalem
menuju Bethania dan bermalam disitu.
Markus 11:11 juga menunjukkan bahwa Ia
pergi ke Betania untuk bermalam, tetapi hal
itulah yang dilakukan oleh Yesus setiap
malam selama seminggu itu mereka berada
di Yerusalem.
Berdasarkan keterangan diatas, kemungkinan
alurnya adalah sebagai berikut : Yesus datang
ke Bait Suci (Bait Allah) ketika Ia dielu-elukan
masuk ke Yerusalem, berkeliling disana dan
kemudian beristirahat di Betania. Keesokan
paginya Ia mengutuk pohon ara dalam
perjalanan ke Yerusalem (sehingga semua
daun pada pohon ara itu kering dan layu) lalu
membersihkan Bait Suci ketika Yesus tiba
disana. Kemudian Yesus kembali lagi ke
Betania malam itu, dan mungkin karena saat
itu sudah hampir malam, pohon ara yang layu
itu tidak menjadi perhatian para murid-
muridNya. Baru pada keesokan paginya
mereka melihat apa yang telah terjadi pada
pohon ara tersebut.
Jadi, kedua ayat yang di atas sama sekali tidak bertentangan, melainkan dalam sebuah cerita penulis memiliki maksud dan tujuan tertentu. Ada yang mendetail, ada yang merinci, ada yang secara kronologi ada juga yang membahas dan menyatukannya dalam satu topik.
Nb:
1. Tentang Yesus mengutuk Pohon Ara: CC. 117
Ketika Yesus masuk ke Yerusalem
apakah Ia membersihkan Bait Suci pada hari
pertama (Matius 21:12) atau pada keesokan
harinya ? (Markus 11:1-17)
Tanggapan:
Kunci untuk memahami pertentangan diatas
terletak pada cerita Matius. Sesekali Matius
menyusun penulisannya berdasarkan topik
dan bukan urutan waktu.
Topik: Yesus menyucikan bait Allah pada satu topik itu selesai, Yesus mengutuk pohon ara dalam ayat 20-nya kita melihat kecengangan dari para murid langsung padahal sebenarnya keesokan harinyalah baru para murid tercengang begitu (Mrk. 11:20), jadi dalam Matius tentang pohon Ara itu pun langsung diceritakan selesai atau satu topiknya.
Itu karena Injil Matius di sini menceriterakannya berdasarkan topik, dan tidak secara kronologi.
Dengan pemahaman ini, mungkin saja Matius
hanya bermaksud menghubungkan upaya
pembersihan Bait Suci dengan masuknya
Yesus ke Yerusalem, walau pembersihan Bait
Suci memang baru dilakukan pada keesokan
harinya. Matius 21:12 menyatakan bahwa
"Yesus masuk ke Bait Allah" tetapi tidak
disebutkan begitu jelas apakah itu dilakukan
sebegitu tiba di Yerusalem. Baru pada ayat 17
dikatakan bahwa Ia meninggalkan Yerusalem
menuju Bethania dan bermalam disitu.
Markus 11:11 juga menunjukkan bahwa Ia
pergi ke Betania untuk bermalam, tetapi hal
itulah yang dilakukan oleh Yesus setiap
malam selama seminggu itu mereka berada
di Yerusalem.
Berdasarkan keterangan diatas, kemungkinan
alurnya adalah sebagai berikut : Yesus datang
ke Bait Suci (Bait Allah) ketika Ia dielu-elukan
masuk ke Yerusalem, berkeliling disana dan
kemudian beristirahat di Betania. Keesokan
paginya Ia mengutuk pohon ara dalam
perjalanan ke Yerusalem (sehingga semua
daun pada pohon ara itu kering dan layu) lalu
membersihkan Bait Suci ketika Yesus tiba
disana. Kemudian Yesus kembali lagi ke
Betania malam itu, dan mungkin karena saat
itu sudah hampir malam, pohon ara yang layu
itu tidak menjadi perhatian para murid-
muridNya. Baru pada keesokan paginya
mereka melihat apa yang telah terjadi pada
pohon ara tersebut.
Jadi, kedua ayat yang di atas sama sekali tidak bertentangan, melainkan dalam sebuah cerita penulis memiliki maksud dan tujuan tertentu. Ada yang mendetail, ada yang merinci, ada yang secara kronologi ada juga yang membahas dan menyatukannya dalam satu topik.
Nb:
1. Tentang Yesus mengutuk Pohon Ara: CC. 117
132. Apakah Yohanes Pembabtis mengenali Yesus (Matius 3:13-14) atau tidak (Yohanes 1:32-33) sebelum Ia dibabtis?
132. Clear Contradiction!
Apakah Yohanes Pembabtis mengenali
Yesus (Matius 3:13-14) atau tidak (Yohanes
1:32-33) sebelum Ia dibabtis?
Tanggapan:
*Matius 3:14,
“Tetapi Yohanes mencegah Dia,
katanya: ‘Akulah yang perlu dibaptis
olehMu, dan Engkau yang datang
kepadaku?’”.
Dilihat dari ay 14 ini, kelihatannya ia
mengenal Yesus. Tetapi Yoh 1:31-34
mengatakan bahwa ia tidak mengenal
Yesus.
*Yohanes 1:32-34,
“Dan aku sendiripun mula-
mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk
itulah aku datang dan membaptis dengan
air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.’
Dan Yohanes memberi kesaksian,
katanya: ‘Aku telah melihat Roh turun dari
langit seperti merpati, dan Ia tinggal di
atasNya. Dan akupun tidak mengenalNya,
tetapi Dia, yang mengutus aku untuk
membaptis dengan air, telah berfirman
kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu
turun ke atas seseorang dan tinggal di
atasNya, Dialah itu yang akan membaptis
dengan Roh Kudus. Dan aku telah
melihatNya dan memberi kesaksian: Ia
inilah Anak Allah.’”.
Kata-kata ‘tidak
mengenalNya’ dalam Yoh 1:31-34 dimaksudkan ‘tidak mengenalNya melalui pernyataan
Ilahi’.
Memang Yohanes mengenal Yesus, sebagai nabi yang kedudukannya lebih tinggi, namun Yohanes secara pasti belum mengenal bahwa Dialah yang Allah maksud sebagai orang yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
Melalu kesaksian Yohanes (Yoh. 32-34), Yohanes sendiri telah berkata bahwa Allah pernah berfirman kepadanya, jikalau ia melihat Roh turun ke atas seorang dan tinggal di atas-Nya, maka Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus (Yoh. 1:33).
Dan itu telah Yohanes lihat pada diri Kristus, di mana Roh itu telah turun ke atas Kristus, maka kenallah Yohanes kepada Kristus bahwa Dialah orang yang Allah maksud selama ini.
Jadi memang Yohanes sudah mengenal Kristus, namun belum mengenal Ia sebagai orang yang selama ini Allah maksud [yang akan membaptis dengan Roh Kudus].
Nb:
1. Baptisan adalah sebagai tanda pertobatan. Membaptiskan artinya menyelamkan, yaitu menyelamkan ke dalam air, sebagai tanda penyucian dan semacam kematian. Orang yang diselamkan seakan-akan sudah mati, lalu dikubur sebentar di dalam air (Rm. 6:5), dan ketika ia keluar darinya, ia seakan-akan bangkit dari mati (hidup baru).
Baptisan adalah kiasan dari air bah (1 Pet. 3:21).
2. Kenapa Yesus harus dibaptis?
Yohanes sendiri merasa tidak layak membaptis Ia yang lebih besar dari-Nya, namun apa yang Yesus katakan?
Itu tidak lain untuk menggenapkan seluruh kebenaran Allah:
*Matius 3:15,
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
Yesus yang adalah 'Anak Domba Allah' sebagai 'Korban Penebus Salah' memang hendak di urapi, dalam sacramen pelaksanaan penebusan dosa, ada di katakan:
*Imamt 1:4,
Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya.
{Ref:Imamat 1-7}
Selain itu, Yesus yang adalah seorang Raja, Imam besar dan Nabi memang harus di urapi. (raja, 1 Sam. 16:13, imam besar, Im. 8:12, nabi, 1 Raj. 19:16).
Satu lagi, Kristus sendiri berarti 'Yang di urapi'. :)
3. Umat Tuhan adalah umat yang sacramen yang mengajarkan penebusan dosa atas adanya penumpahan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa:
*Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
Korban-korban itu dulunya adalah hewan-hewan berupa domba, burung, lembu d.l.l, namun itu hanya bayang-bayang saja menanti kedatangan korban yang sebenarnya:
*Ibrani 10:1,
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
4. Pada pembaptisan Yesus kita melihat tanda-tanda pertama dari sifat Allah sebagai Tritunggal. Allah Putera keluar dari dalam air, lalu berdoa. Allah Roh turun ke atasnya seperti seekor burung merpati. Allah Bapa bersuara menyatakan perkenan-Nya.
5. Baca juga: CC. 99 (Tentang Berlakunya Hukum Taurat), 101 (Bapa Lebih Besar daripada Aku), 103 (Yesus Tuhan, tetapi di utus?).
clearcontradiction-hsh.blogspo t.com/?m=1
Apakah Yohanes Pembabtis mengenali
Yesus (Matius 3:13-14) atau tidak (Yohanes
1:32-33) sebelum Ia dibabtis?
Tanggapan:
*Matius 3:14,
“Tetapi Yohanes mencegah Dia,
katanya: ‘Akulah yang perlu dibaptis
olehMu, dan Engkau yang datang
kepadaku?’”.
Dilihat dari ay 14 ini, kelihatannya ia
mengenal Yesus. Tetapi Yoh 1:31-34
mengatakan bahwa ia tidak mengenal
Yesus.
*Yohanes 1:32-34,
“Dan aku sendiripun mula-
mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk
itulah aku datang dan membaptis dengan
air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.’
Dan Yohanes memberi kesaksian,
katanya: ‘Aku telah melihat Roh turun dari
langit seperti merpati, dan Ia tinggal di
atasNya. Dan akupun tidak mengenalNya,
tetapi Dia, yang mengutus aku untuk
membaptis dengan air, telah berfirman
kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu
turun ke atas seseorang dan tinggal di
atasNya, Dialah itu yang akan membaptis
dengan Roh Kudus. Dan aku telah
melihatNya dan memberi kesaksian: Ia
inilah Anak Allah.’”.
Kata-kata ‘tidak
mengenalNya’ dalam Yoh 1:31-34 dimaksudkan ‘tidak mengenalNya melalui pernyataan
Ilahi’.
Memang Yohanes mengenal Yesus, sebagai nabi yang kedudukannya lebih tinggi, namun Yohanes secara pasti belum mengenal bahwa Dialah yang Allah maksud sebagai orang yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
Melalu kesaksian Yohanes (Yoh. 32-34), Yohanes sendiri telah berkata bahwa Allah pernah berfirman kepadanya, jikalau ia melihat Roh turun ke atas seorang dan tinggal di atas-Nya, maka Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus (Yoh. 1:33).
Dan itu telah Yohanes lihat pada diri Kristus, di mana Roh itu telah turun ke atas Kristus, maka kenallah Yohanes kepada Kristus bahwa Dialah orang yang Allah maksud selama ini.
Jadi memang Yohanes sudah mengenal Kristus, namun belum mengenal Ia sebagai orang yang selama ini Allah maksud [yang akan membaptis dengan Roh Kudus].
Nb:
1. Baptisan adalah sebagai tanda pertobatan. Membaptiskan artinya menyelamkan, yaitu menyelamkan ke dalam air, sebagai tanda penyucian dan semacam kematian. Orang yang diselamkan seakan-akan sudah mati, lalu dikubur sebentar di dalam air (Rm. 6:5), dan ketika ia keluar darinya, ia seakan-akan bangkit dari mati (hidup baru).
Baptisan adalah kiasan dari air bah (1 Pet. 3:21).
2. Kenapa Yesus harus dibaptis?
Yohanes sendiri merasa tidak layak membaptis Ia yang lebih besar dari-Nya, namun apa yang Yesus katakan?
Itu tidak lain untuk menggenapkan seluruh kebenaran Allah:
*Matius 3:15,
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
Yesus yang adalah 'Anak Domba Allah' sebagai 'Korban Penebus Salah' memang hendak di urapi, dalam sacramen pelaksanaan penebusan dosa, ada di katakan:
*Imamt 1:4,
Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya.
{Ref:Imamat 1-7}
Selain itu, Yesus yang adalah seorang Raja, Imam besar dan Nabi memang harus di urapi. (raja, 1 Sam. 16:13, imam besar, Im. 8:12, nabi, 1 Raj. 19:16).
Satu lagi, Kristus sendiri berarti 'Yang di urapi'. :)
3. Umat Tuhan adalah umat yang sacramen yang mengajarkan penebusan dosa atas adanya penumpahan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa:
*Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
Korban-korban itu dulunya adalah hewan-hewan berupa domba, burung, lembu d.l.l, namun itu hanya bayang-bayang saja menanti kedatangan korban yang sebenarnya:
*Ibrani 10:1,
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
4. Pada pembaptisan Yesus kita melihat tanda-tanda pertama dari sifat Allah sebagai Tritunggal. Allah Putera keluar dari dalam air, lalu berdoa. Allah Roh turun ke atasnya seperti seekor burung merpati. Allah Bapa bersuara menyatakan perkenan-Nya.
5. Baca juga: CC. 99 (Tentang Berlakunya Hukum Taurat), 101 (Bapa Lebih Besar daripada Aku), 103 (Yesus Tuhan, tetapi di utus?).
clearcontradiction-hsh.blogspo
Langganan:
Postingan (Atom)